SMAN 12 Samarinda Siap Gelar Pelatihan Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkotika bagi Guru

Samarinda — Dalam upaya memperkuat peran sekolah dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan peserta didik, SMAN 12 Samarinda akan menggelar pelatihan khusus bagi guru terkait deteksi dini penggunaan zat adiktif. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Balai Rehabilitasi Tanah Merah (Bareta).

Kunjungan Kepala Bareta, Bapak Bambang Setyawan, S.Pd., M.M., M.Si  bersama tim Rabu 6 Mei 2026 menjadi  langkah awal dalam merealisasikan program tersebut. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pelatihan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 di SMAN 12 Samarinda.

Pelatihan yang akan diberikan mengusung penggunaan ASSIST Tool Kits (Alcohol, Smoking, and Substance Involvement Screening Test), yaitu instrumen skrining yang dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Alat ini dirancang untuk membantu mendeteksi secara dini penggunaan zat psikoaktif seperti narkoba, alkohol, dan tembakau, serta mengidentifikasi potensi masalah kesehatan yang ditimbulkan.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan dalam melakukan identifikasi awal terhadap peserta didik yang berisiko, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Kepala SMAN 12 Samarinda, Ibu Ida Sulistiani, S.Pd., M.Pd., menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia menyampaikan antusiasmenya terhadap program tersebut sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Pelatihan ini sangat penting untuk membekali guru dalam mendeteksi sejak dini potensi penyalahgunaan zat di kalangan siswa. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, SMAN 12 Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan peserta didik.